Aryo Menak

Aryo Menak

adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana.

Ia sangat terpesona oleh kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Iapun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu.

Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis.

Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: “Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu.”

Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. Bidadari itupun menerimanya.

Dikisahkan, bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya.

Pada suatu hari, Arya Menak menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna.

Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Tubuhnya menjadi ringan, iapun dapat terbang ke istananya.

Arya Menak menjadi sangat sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi

Presiden Termiskin di Dunia

berikut ini adalah kisah tentang presiden paling termiskin di dunia!!
siapakah presiden tersebut?? bagaimana cerita dan kisahn hidupnya??

biar pada penasaran..
silahkan klik unduhan dibawah ini untuk mengetahui ceritanya

Presiden Termiskin Sedunia

orang terkaya di dunia

Story about Warren Buffet Richest Man In the World!!!

Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia, pendiri Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya.

Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.

Dalam wawancara dengan CNBC ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

• Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.

• Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.

• Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.

• Ia selalu mengemudikan mobil Cadillac tua-nya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.

• Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.

• Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelepon mereka secara reguler.

• Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.

• Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.

• Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu. Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit. Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.

• Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Kedermawanan Warren Buffet

Tahun 2004 lalu, setelah istrinya meninggal, Buffet merasa hidupnya kosong. ia mengaku shock dengan kematian istrinya yang saat itu berusia 72 tahun. Ia hampir tidak percaya ketika Tuhan memanggil istrinya. Sejak saat itu ia terus berpikir, bagaimana ia dapat hidup dengan bahagia dan tentram salama sisa hidupnya.

Setelah berbulan-bulan merenung, Buffet membuat keputusan yang sangat mengejutkan semua orang, yaitu menyumbangkan hampir 85% harta yang ia miliki.

Istrinya memang sempat memberikan amanat agar ia mau berbagi kekayaannya kepada orang yang membutuhkan. Buffet sama sekali tidak pernah ingin mewariskan kekayaannya kepada anak-anaknya. Ia ingin anak-anaknya sukses dengan usaha sendiri dan bukan mengandalkan kekayaan orang tua mereka.

Pada tanggal 26 Juni 2006, Warren Buffet sebagai orang nomor dua terkaya saat itu menyumbangkan 85% kekayaannya (30,7 milliar US Dollar) kepada yayasan amal, dan salah satunya adalah yayasan Bill and Melinda Gates Foundation yang dimiliki oleh Bill Gates (orang terkaya no 1 saat itu dengan kekayaan 50 milliar US Dollar).

Ia berharap tindakannya itu mengilhami orang kaya yang bergemilang harta untuk mengikuti dia. “Harapan kecil saya, bahwa yang saya lakukan ini mendorong orang yang sangat kaya lainnya untuk mengembangkan sikap cinta terhadap sesama dan suka menderma”, katanya.

Saat ini (tahun 2009), 3 tahun sejak ia menyumbangkan sebagian besar hartanya, Warren Buffet menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan 62 milliar US Dollar, mengalahkan Bill Gates yang kekayaannya ‘hanya’ 58 milliar US Dollar.

Berikut ini adalah nasihat Warren Buffet untuk orang-orang yang masih muda: Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :

1. Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah secara sederhana.

3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.

4. Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.

5. Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan; gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.

6. Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.

5 Cara Hindari Romantisme Membosankan

5 Cara Hindari Romantisme Membosankan

Apakah Anda pernah memperhatikan berapa banyak orang membiarkan hubungan mereka menjadi basi dan jatuh kedalam kebosanan? Mungkin, Anda berada dalam situasi seperti ini, Keadaan iini akan sangat sulit untuk dipecahkan. Tetapi berikut lima hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kebosanan dan menjaga romantisme tetap hidup dalam hubungan Anda.

1. Ungkapkan cinta

Selalu katakan pada pasangan Anda bahwa Anda mencintainya. Ungkapan, “aku cinta kamu” ini bukan hanya mengatakan kata-kata saja, juga mengenai cara Anda mengatakannya. Kreatiflah dan ingat bahwa tindakan berbicara akan lebih keras dari kata-kata.

2. Komunikasi

Satu dari cakupan yang paling banyak dibicarakan dalam suatu hubungan adalah komunikasi. Kurang komunikasi akan membunuh hubungan sehingga sangatlah penting untuk menyisihkan setidaknya waktu setiap hari untuk berbicara dengan pasangan Anda. Komunikasi bahkan sangat tidak masalah apakah yang Anda bicarakan, sepanjang Anda membicarakan sesuatu. Segera Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki banyak untuk dikatakan.

3. Jujur pada hubungan

Ini mungkin nampak sedikit aneh, karena keuntungannya sangat tidak jelas. Ketika Anda melakukan sesuatu yang salah pada pasangan Anda, tidak masalah apakah mereka pernah mengetahuinya. Kenyataannya, Anda telah melakukan perubahan dan menciptakan jarak antara Anda berdua. Tetapi lakukan sesuatu terhadap pasangan Anda, dan Anda segera akan menemukan diri Anda dalam suatu spiral yang menurun.

4. Jangan terlalu menghakimi pasangan Anda

Sebaliknya dari atas adalah menyadari bahwa setiap orang dapat berbuat kesalahan. Jika pasangan Anda telah melakukan kesalahan, duduk dengan tenang dan lihat apakah itu adalah sesuatu yang Anda dapat lakukan. Terlalu sering dan cepat Anda menyalahkan setiap kesalahan akin menimbulkan reaksi yang mendalam. Reaksi yang mendalam dapat memicu penyesalan dikemudian hari.

5. Tambah sedikit romantisme setiap hari

Menjadi romantis tidaklah sulit dan dapat dilakukan dalam banyak cara. Sangat penting, setidaknya Anda melakukan suatu tindakan romantis setiap hari secara spontan atau dilakukan menurut kreatif dan selera Anda.

Proposal Nikah

Proposal Nikah
KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !!

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur��an dan Al Hadits :

�”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan

Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi

Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :

Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).

Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (“Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).

Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”

====================================
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni “hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”
====================================

penipuan kerja

Hati – hati bila Anda mendapatkan tawaran kerja atau panggilan interview dari salah satu perusahaan yang bisa gue bilang (PT. Ngibal-Ngibul) karena perusahaan tersebut hanyalah penipuan yang berkedok membuka lowongan kerja untuk di jadikan karyawan, dibawah ini.

Berikut adalah nama – namanya :

1. PT ABDI KARYA MANUNGGAL

2. PHAROS INDOMEDICA

3. PT. SANKYO FOODS MANUFACTURING INDONESIA

4. MULTICORELLAB COORPORATIONS

5. PT. KARYA BUANA SEJATERA

6. PT. MULTI DIGITAL SYSTEM

7. M.MANAGMENT AGENCY

8. HRD_WILKINS_BM

9. POLO GROUP

10. PT. ANTIKARAYA NIAGANUSA INDONESIA

11. TORISHIMA MANUFACTURE

12. PT. ABDI CIPTA INDONESIA

13. ERA GUNA PROPERTY

14. PT. MAS JAYA PERTIWI

15. PT. PERMATA CITRA BUANA

16. PT.GARAMOND OMEGA STEEL

17. CIPTA RASA MANUNGGAL, PT

18. PT. PRIMA CITRA ENTERTAINMENT

19. PT. ESTETIKA ARTA MANDIRI

20. PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR

21. PT MEGAH KIRANA PRATAMA

22. PT. PERMATA CITRA BUANA

23. PT. PERMATA CITRA BUANA

24. PT. YAMAJI OTSUKA PHARMACY

25. PT.MAXGAIN

26. PT.EGA GROUP

27. PT.HARJAYA GROUP

28. NOMURA INTERNUSA

29. PT.GRAHA FINESA BERJANGKA ( GFB )

30. PT.APPCO DIRRECT

31. PT.GRANTON ADVERTISING

32. PT.SOLID GOLD BERJANGKA

33. PT.TRIJAYA PRATAMA

34. PT.INTER PAN PASIFIK

35. PT.TRIPAR MULTIVISION

36. PT.MJ NETWORK

37. MANDIRI GROUP DI PLAZA BENHILL

38. PT KASABA DI ARTHALOKA PLAZA

39. MAHETZA GROUP DI WISMA BUMIPUTERA LT. 18

40. MITRA UTAMA GLOBAL GED.IDX

41. PT GALAXINDO MANDIRI MITRA UTAMA (PT GMMU) GROUP (PT. GALAXINDO/GATRAMA/MANDIRI UTAMA/GAMA)

42. PT. CIPTA SARANA DI PONDOK KELAPA JAKARTA TIMUR.

43. PT GAMA TEX/ GATMA TEXTILINDO

44. PT GMPK KARYA/PETNOSTARA GASINDO ATAU PT GMP KARYA GROUP/ PT GAMA PRIMA KARYA

45. PT GATMA HOTEL

46. PT BAHTERA OKTA MANDIRI

47. PT HARJAYA GROUP

48. BATAVIA FUTURES

49. HARUM DANA BERJANGKA

50. VALBURY FUTURES

51. FORTUNE CHANNEL

52. MAXCO FUTURES

53. DEA U TRADE

54. PT. EKSPRESINDO GLOBAL ARTHA JL. GATOT SUBROTO GEDUNG PATRAJASA LT. 1 KAV. 32-34

55. PT PLATINUM BERJAMGKA

56. PT EKSPRESSINDO GLOBAL ARTHA

57. NISMA EXIS JAYA DIRUKO MUTIARA PONDOK CABE

58. PT NOMURA INTERNUSA PRIMA

59. PT GALAXINDO MANDIRI MITRA UTAMA GROUP (GMMU/ GATRAMA),CATATAN:NAMA PT INI BISA GANTI2 BISA PT. GALAXINDO / GATRAMA / MANDIRI UTAMA GRUOP / GAMA / GALAXI INDO GROUP, DLL

60. PT MAM (MAHETZA)

61. PT KASABA INDONESIA GROUP (PT. KARUNIA SURYA ABADI)

62. PT GAMA TEX/ GATMA TEXTILINDO

63. PT GMPK KARYA/PETNOSTARA GASINDO ATAU PT GMP KARYA GROUP/ PT GAMA PRIMA KARYA

64. PT GATMA HOTEL

65. PT HARJAYA GROUP

66. PT. MITRA UTAMA GLOBAL

67. PT. MAXGAIN

68. PT. MIX INTERNASIONAL

69. PT. MIF

70. PT. MGI

71. PT. MXI

72. PT. BPF

73. PT. GFB

74. PT. MIF

75. PT. DIB

Buat temen yang lagi nyari kerja, di sarankan agar WASPADALAH!! WASPADALAH!! Ingat kata bang napi : kejahatan terjadi bukan hanya dari niat si pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan.

NB :

Sekedar nambahin aja, tips supaya kita tidak terjebak oleh PT. ngibal-ngibul :

  1. perusahaan-perusahaan ini ngedapetin data calon pegawainya dari database web bursa kerja di Internet, so jangan pernah kita ninggalin data-data kita di situs pencari kerja.
  2. di koran-koran banyak banget iklan lowongan kerja yang tidak mencantumkan nama perusahaan & alamat jelas dengan seabrek-abrek posisi, yang ada cuma nama PO BOX doang. Berdasarkan pengalaman beberapa teman – teman, perusahaan itu termasuk dalam kategori PT. ngibal-ngibul.
  3. umumnya panggilan resmi untuk interview via telephon, sekitar jam 12 siang sampai dengan jam 2 siang (jam kantor), so jangan pernah tanggapi panggilan untuk interview atas jam 2 siang apalagi panggilan untuk interview via sms.
  4. kebanyakan lokasi PT. ngibal-ngibul beralamat di gedung sarinah Thamrin, jalan soedirman
  5. apabila kita dapat panggilan kerja, jangan sungkan-sungkan buka google sekedar untuk men-cek nama perusahan yang di curigai sebagai PT. ngibal-ngibul.
  6. jangan pernah mengirimkan CV lewat (Hrd, … personalia, … dll) @ (yahoo, gmail, dll) .com via email, yang benar adalah (Hrd atau personalia) @ (nama perusahaan atau situs perusahaan). com

hello

selamat dateng di web blog yang gak jelas ini :-)
semoga dalam penggunaan bisa temen-temen, sohabat n sohabit semua

peace

Putri

Putri

Ketika Putri mendadak memutuskan cintanya, Chip Adhitya berubah jadi pemurung. Dan ketika gadis pujaannya itu menikah diam-diam di Surabaya, Chip Adhitya betul-betul frustrasi. Dia tak mau makan-minum sehingga akhirnya terkena tifus Betapa ironis, ketika mantan kekasihnya tengah menikmati bulan madu di Bali, dia justru terbaring di rumah sakit Lalu… apakah yang dapat dilakukan seorang ayah untuk menghibur anak lelakinya yang patah hati? Untuk membangkitkan kembali semangat juangnya yang hampir mati? Chip Adhitya adalah anak yang cemerlang. Sejak kecil dia selalu jadi bintang kelas. Namun, anak itu pendiam dan perasa.

“Kamu betul-betul menuruni darah Ayah. Selalu serius, mendalam, dan penuh ketulusan kalau mencintai perempuan. Sehingga, kalau putus cinta betul-betul terpuruk. Padahal, seperti kata peribahasa, dunia ini tidak sedaun kelor. Di dunia ini begitu banyak wanita, Nak,” ujarku saat berbicara dari hati ke hati sepulangnya ia dari rumah sakit.

“Tapi tidak ada yang secantik dan sebaik Putri, Yah. Dia yang dulunya tak pakai kerudung, kini mulai belajar pakai kerudung. Tapi kenapa ketika keislamannya semakin sempurna, kok dia tega meninggalkan saya dan menikah dengan manajer perusahaan elektronik itu?”

“Sudahlah, Nak. Sesuatu yang lepas dari tangan kita memang selalu kelihatan indah. Begitu pula kalau kita kehilangan perempuan yang kita cintai. Mata kita tertutup bahwa di sekeliling kita masih banyak perempuan lain yang mungkin lebih baik dari dia.”

“Aku baru sekali ini jatuh cinta, Yah. Selama SMU dan kuliah, waktuku lebih banyak aku habiskan untuk belajar, dan organisasi ilmiah di kampus.”

“Ayah paham, Nak. Ayah mau buka rahasia. Sewaktu SMU dulu Ayah mengalami nasib yang mirip kamu. Cinta tak kesampaian, padahal Ayah dan Rini, nama perempuan itu, sama-sama saling mencintai. Bertahun-tahun Ayah nyaris frustrasi dan tak pernah mampu menghilangkan bayang wajahnya. Sampai kemudian, lima tahun setelah itu, Tuhan mempertemukan Ayah dengan ibumu. Dia wanita tercantik di Cianjur ketika itu. Baru lulus SMU. Banyak sekali pemuda yang mengincar ibumu. Entahlah, kenapa dia mau menikah dengan Ayah yang ketika itu masih berstatus mahasiswa dan belum punya pekerjaan, kecuali menjadi penulis free lance di koran. Kami menikah hanya dua minggu sejak pertama kali bertemu.” Chip Adhitya termenung. Mungkin ia merenungkan kalimat demi kalimat yang tadi aku ucapkan.

“Nak, laki-laki itu ibarat buah kelapa. Makin tua, makin bersantan. Biarpun jelek, botak dan gendut, kalau punya kedudukan, berharta, dan terkenal, maka gadis-gadis muda antri untuk mendapatkannya. Untuk sekadar jadi teman kencan maupun istri sungguhan.”

“Benarkah?”

“Ya. Dengan modal hanya sebagai wartawan senior dan novelis top saja, Ayahmu ini seringkali digilai oleh perempuan-perempuan muda. Mereka berusaha mencuri perhatian Ayah dengan berbagai cara. Kalau Ayah tidak kuat iman, Ayah mungkin sering kencan dengan banyak perempuan. Kalau Ayah kurang sabar, Ayah mungkin beristri dua, tiga, atau bahkan empat.”

“Apa yang membuat Ayah bertahan dengan Ibu?”

“Dia perempuan yang hebat. Kesabaran, ketulusan, kehangatan dan kasih sayangnya luar biasa. Hal itu telah ditunjukkannya saat Ayah masih belum punya apa-apa, belum diperhitungkan orang, bahkan dilirik sebelah mata pun tidak. Kami menikah dalam keadaan miskin. Bahkan cincin kawin untuk ibumu baru Ayah belikan lima tahun setelah pernikahan.Tahun-tahun pertama pernikahan, kami sering makan hanya nasi dan garam saja. Namun tak pernah sekalipun Ayah mendengar ibumu mengeluh atau menunjukkan air muka masam. Sebaliknya, Beliau selalu berusaha membesarkan hati Ayah. Bahwa Ayah punya potensi. Bahwa Ayah suatu hari nanti akan jadi orang hebat di bidang sastra maupun jurnalistik. Dua puluh delapan tahun perkawinan dengan ibumu sungguh merupakan perjalanan hidup yang amat berarti bagi Ayah. Itulah yang membuat Ayah tak pernah mau berpaling kepada perempuan lain. Rasanya sungguh tak adil, setelah menjadi orang yang terkenal dan punya uang, Ayah lalu mencari perempuan lain untuk membagi cinta ataupun sekadar bersenang-senang.”

“Ayah beruntung mendapatkan perempuan sebaik ibu. Tapi aku? Satu-satunya perempuan yang aku cintai kini telah pergi.”

“Jangan menyerah dulu, Nak. Cuti doktermu ‘kan masih tiga hari lagi. Bagaimana kalau besok Ayah ajak kau jalan-jalan keliling Jakarta? Kita santai dan cari makan yang enak. Siapa tahu kamu bisa melupakan Putri-mu dan mendapatkan pengganti yang lebih baik.”Chip Adhitya tidak langsung menjawab.

“Ayolah, Nak. Ayah yang akan jadi sopirmu. Kau tinggal duduk di jok depan. Oke?” Lama baru Chip Adhitya mengangguk.

“Baiklah, Ibu ikut?”

“Tidak. Ini urusan laki-laki, Nak,” sahutku seraya tertawa. Hari pertama aku mengajak Chip Adhitya berkeliling Mal Pondok Indah.

Mal yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan itu selalu ramai dikunjungi orang-orang berduit. Hanya dalam hitungan jam kita bisa menyaksikan puluhan bahkan ratusan perempuan muda, cantik dan seksi, keluar masuk mal. Umumnya mereka mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk fisiknya, seperti dada, udel, pantat, paha, ketiak dan punggungnya.

Seusai Maghrib aku mengajak Chip Adhitya nonton film di Kartika Chandra 21 yang terletak kawasan Segi Tiga Emas Jakarta, tepatnya Jalan Gatot Subroto. Di sini banyak sekali pasangan yang datang menonton. Umumnya perempuan-perempuannya mengenakan gaun malam yang seksi dan terbuka.

Banyak juga yang memakai rok mini ataupun celana blue jean ketat di bawah pinggang sehingga sering kali memperlihatkan celana dalam pemakainya. Hari kedua aku mengajak Chip Adhitya pergi ke kantor sebuah bank syariah.

“Ayah mau setor tabungan dulu sekaligus mau buka rekening khusus zakat. Mau ikut masuk?” Chip Adhitya mulanya enggan.

“Ayolah.” Akhirnya ia mau juga ikut. Kami menemui salah seorang customer service officer. Laili namanya.

“Assalaamu’alaikum, Pak Irwan. Ada yang bisa saya bantu?” suaranya bening dan terkesan manja, namun tidak dibuat-buat. Balutan jilbab coklat itu tak mampu menyembunyikan posturnya yang semampai dan wajah selembut kabut.

“Wa’alaikumsalaam, Mbak Laili. Saya ingin membuka rekening khusus untuk zakat. Oh, ya, kenalkan ini anak sulung saya. Chip Adhitya. Chip Adhitya, ini Mbak Laili.”

“Assalaamu’alaikum, Mas Chip Adhitya.”

“Wa’alaikumsalaam, Mbak Laili.”

“Chip Adhitya kerja di gedung ini juga, Mbak Laili. Lantai 12.”

“Oh, ya?” Laili agak terkejut.

“Kalian pasti enggak pernah bertemu ‘kan? Inilah penyakit zaman modern, orang-orang berkantor di satu gedung tapi bisa bertahun-tahun tak pernah berjumpa,” kataku sambil tertawa. Bibir tipis Laili mengukir segurat senyum.

“Soalnya Mas Chip Adhitya enggak pernah buka tabungan di bank syariah. Duitnya disimpan di bank konvensional semua ya?”

Laili punya selera humor yang bagus. Kulihat Chip Adhitya tersenyum kecil.

“Insya Allah saya akan buka rekening di bank syariah, Mbak.” Keluar dari bank syariah itu, aku mengajak Chip Adhitya menghadiri pameran buku Islam di Istora Senayan Jakarta. Pameran yang menampilkan puluhan penerbit Islam itu setiap hari dihadiri oleh puluhan ribu orang. Berbeda dengan pemandangan di Mal Pondok Indah dan KC-21, di sini kebanyakan perempuan muda yang datang mengenakan jilbab. Wajah mereka kelihatan bersih dan matanya lebih suka menunduk ketimbang jelalatan mencari perhatian lelaki.

Seusai menonton pameran buku, aku mengajak Chip Adhitya mampir di Hotel Gran Melia, yang terletak di Jl HR Rasuna Said. Kami memesan es lemon tea dan pisang goreng keju.

“Oke. Mari kita bahas perjalanan dua hari kita. Kamu masih ingat perempuan-perempuan muda di Mal Pondok Indah dan KC-21 kemarin?” Dia cuma mengangguk.

“Wanita-wanita seperti itu menyenangkan untuk dilihat dan dibawa ke pesta-pesta, tapi belum tentu membuatmu bahagia. Sebaliknya perempuan-perempuan muda berjilbab yang kita saksikan di pameran buku Islam dan bank syariah tadi, mereka lebih mungkin membuatmu menjadi seorang lelaki yang dihargai dan meraih kebahagiaan sejati. Ayah yakin, di antara mereka itu pasti ada perempuan impian.”

“Seperti apakah perempuan impian itu, Yah?” Aku menyeruput es lemon tea yang tinggal separoh.

Kemudian mencomot sepotong pisang goreng keju. Chip Adhitya menunggu dengan tidak sabar.

“Seperti apa, Yah?”

“Kalau kamu bertemu dengan seorang perempuan yang berpadu pada dirinya kehangatan seorang Siti Khadijah, serta kemanjaan dan kecerdasan seorang Siti Aisyah dua di antara istri-istri Rasulullah itulah perempuan impian.”

“Seandainya aku menjumpai perempuan yang seperti itu, apa yang harus aku lakukan?”

“Jangan tunggu esok atau lusa. Telepon Ayah saat itu juga. Ayah akan segera melamarkannya untukmu, dan kau harus menikah dengannya paling lambat seminggu setelah itu. Jika kamu mendapatkan perempuan seperti itu dalam hidupmu, dunia ini kecil dan nyaris tak berarti. Rasul pernah berkata, bahwa seorang perempuan yang salehah lebih berharga dari dunia ini beserta isinya.”

Seminggu kemudian. Aku tengah menulis sebuah ficer tentang pengoperasian bus way di Jakarta ketika HP-ku berdering.

Dari Chip Adhitya:

“Ayah, aku sudah dapatkan calon istri. Seorang wanita salehah yang bisa membuatku hidup bahagia.” Suaranya terdengar bersemangat.

“Oh, ya, siapa namanya?”

“Nantilah Ayah akan aku kenalkan.”

Berselang lima menit kemudian, Yanti, staf humas bank syariah menelepon. “Assalaamu’alaikum, Pak Irwan. Tadi Chip Adhitya buka rekening di bank syariah. Dia mengobrol cukup lama dengan salah seorang customer service officer kami. Bapak pasti tahu yang saya maksudkan.”

Aku menutup Nokia 9500 itu. Lalu memandang ke luar jendela kantor.

“Alhamdulillah. Akhirnya kau temukan perempuan impianmu, Nak.”

Kota Kelamin

Kota Kelamin


Mataku berkaca membentuk bayangan. Bayangan wajahnya. Wajah pacarku. Wajah penuh hasrat menjerat. Duh, dia menyeringai dan matanya seperti anjing di malam hari. Aku tersenyum dalam hati, ia menggeliat, seperti manusia tak tahan pada purnama dan akan segera menjadi serigala. Auu! Ia melolong keras sekali, serigala berbadan sapi. Mamalia jantan yang menyusui. Aku meraih putingnya, menetek padanya, lembut sekali. Lolongannya semakin keras, menggema seperti panggilan pagi. Pada puncaknya ia terkapar melintang di atas tubuhku. Dan tubuh pagi yang rimbun. Ia tertidur.

Pagi menjelang, ketika gelap perlahan menjadi terang. Tampak tebar rerumput dan pepohonan menjulang, angin dan sungai dan di baliknya bebek-bebek tenggelam dalam gemericik. Kutatap tubuhnya yang berkeringat membasahi tubuhku. Mengalir menumpuk menjadi satu dengan keringatku. Bulir-bulir air seperti tumbuh dari mahluk hidup. Bulir-bulir yang juga dinamai embun-embun bertabur di atasnya, bercampur keringat kami.

Matahari membidik tubuhku dan tubuhnya. Seperti kue bolu yang disirami panas agar merekah wangi. Wangi birahi tubuh kami. Pacarku masih mendengkur. Aku memperhatikan dadanya yang naik turun berirama, yang di atasnya dibubuhi bulu-bulu halus. Aku memainkan bulu-bulu itu dan sesekali mencabutinya. Bangun, kataku berbisik di telinganya. Lihat, matahari menyapa kita. Bebek-bebek naik ke daratan dan mendekati, mematuk biji-biji tanah di sekitarku. Aku melirik pelir pacarku yang kecoklatan. Kulit kendur, dan seonggok penis layu di atasnya. Aku tertawa sendiri. Bebek-bebek menyahut. Aku membelai penisnya, seperti membangunkan siput yang bersembunyi di balik rumahnya. Penis yang kunamai siput itu bergerak bangkit, bangun rupanya. Menegang, menantang, dan tersenyum memandangku. Selamat pagi, kataku. Kamu lelah semalaman, memasuki liang liurku. Dan rupamu yang menegang berjam-jam, kau harus menembus liangku berulang-ulang.

Di tempat inilah kami biasa bertamasya melakukan senggama. Tempat yang jauh dari mata-mata manusia yang mengutuk kelamin orang dan kelaminnya sendiri. Pacarku lalu terbangun, matanya memicing, bibirnya membentuk perahu, tersenyum seadanya. Liangmu nakal, katanya sambil menggeliat dan memelukku. Apa jadinya vagina tanpa liang. Apa jadinya tanpa lubang. Bagaimana menembusnya, katanya. Dan liurmu yang berlumur di penisku, bagaimana Tuhan menciptanya.

Aku memetik sekuntum bunga dan mematahkan putiknya, terlihat getah mengalir di ujung patahannya. Seperti ini, kataku menunjukkan padanya. Dan aku seperti ini, katanya sambil menjatuhkan serbuk sari bunga itu di atas kepala putik. Kami tertawa renyah.

Kami sepakat bahwa kelamin seperti sekuntum bunga dengan dua jenis kelamin di dalamnya. Benang sari dan putik yang tak mungkin berpisah dari kelopak bunganya. Juga warna-warna alam yang membiarkan kami melakukan senggama. Tak ada yang melarang, membatasi, tak juga mengomentari.

Inilah kebahagiaanku dengannya, kelamin-kelamin yang bahagia di malam hari. Kelamin juga butuh kebahagiaan. Kami mengerti kebutuhan itu. Kelamin-kelamin yang melepas jenuh, setiap hari tersimpan di celana dalam kami masing-masing. Tak melakukan apa pun kecuali bersembunyi dan menyembur air seni. Kelamin-kelamin yang menganggur ketika kami bekerja keras mencari uang. Apalagi penis pacarku, ia terlipat dan terbungkus di kantong sempaknya. Ketika mengembang ia menjadi sesak. Betapa tersiksanya menjadi penis. Begitu pula vagina, wajahnya sesak dengan celana dalam ketat nilon berenda-renda, tak ada ruang baginya. Kelamin-kelamin hanya dibebaskan ketika kencing dan paling-paling memelototi kakus setiap hari.

Kelamin kami memang tak boleh terlihat, oleh binatang sekalipun. Meski pada awalnya mereka hadir di dunia yang dengan bebasnya menghirup udara bumi. Sejak itu mereka bersinggungan dengan benda-benda buatan manusia. Terutama ketika dewasa, mereka semakin tak boleh diperlihatkan. Tak boleh terlihat mata manusia.

Suatu hari, vaginaku memucat. Penis pacarku kuyu. Aku heran, apa yang terjadi, kelamin yang tak bahagia. Aku dan pacarku diam, suasana sepertinya tak lagi menghidupkan kelamin-kelamin yang menempel di tubuh kami. Seandainya mereka bisa bicara apa maunya. Lalu kami mencoba telanjang dan berbaring berpelukan di rerumputan. Kelamin kami saling bertatapan. Tapi kami malah kedinginan. Tubuh kami menggigil memucat. Angin malam pun datang, mengiris-iris tulang kami. Ai! Pacarku, tiba-tiba penisnya hilang. Ke mana ia? Di sini, ia melipat meringkuk tak mau muncul, kata pacarku. Vaginamu? Mana vaginamu? Pacarku merogoh vaginaku, berusaha sekuat tenaga mencari lubang dan liang, tapi tak ketemu. Mana lubangmu? Kok susah? Tanya pacarku. Ia menutup sendiri, kataku. Lihat, senyumnya tak ada lagi.

Kami berdua beranjak, kemudian duduk di dekat sungai, menjauh dari angin. Tubuhku dan dia masih telanjang dan pucat di malam yang semakin pekat. Kami terdiam. Diam saja sampai pagi.

***

Sudah lama aku tak bertemu pacar. Entah mengapa, aku pun tak tertarik untuk bertemu. Bahkan mendengar lolongan dan dengkur tidurnya. Serta dadanya yang naik turun bila terserang nafsu. Aku sibuk bekerja beberapa minggu ini. Tak pernah tertarik pula pada bebek-bebek, angin dan pohon yang biasa aku dan dia temui di tengah senggama kami. Entah mengapa, ketika kubuka celanaku tampak vaginaku pucat tak lagi menunjukkan senyumnya. Kutarik celanaku dengan kasar, seperti ingin menyekap vaginaku yang tak lagi ramah. Sial! Kataku. Aku merasa tak ada gunanya punya kelamin kecuali untuk keperluan kencing. Aku kehilangan gairah, kulempar semua berkas-berkas di meja kerjaku. Juga foto-foto di atas meja. Foto-foto ketika kami bahagia. Dan foto-foto kelamin kami di dalam laci. Aku melemparkannya hingga membentur dinding.

Kubuka kaca jendela ruangan. Tampak tebaran gedung-gedung tinggi dan patung besar menjulang di tengah kota dan jalan-jalan layang yang menebas di tengahnya. Tampak pemukiman kumuh di baliknya dalam cahaya remang ditelan tebaran lampu gedung dan jalan yang menyala-nyala. Napasku sesak, seperti lama tak bernapas. Kujambak rambutku sendiri, dan aku berteriak panjang sekuat-kuatnya. Sampai aku lelah sendiri. Aku duduk di pojok ruangan, memandang meja kerjaku yang berantakan. Duduk lama hingga bulan tiba. Semua orang yang ingin menemuiku aku tolak. Aku mengunci pintu dan mematikan lampu. Aku terserang sepi. Kehilangan motivasi. Aku tertidur di atas kakiku sendiri.

Terdengar suara-suara merintih memanggil-manggil. Suara sedih dan renta. Ia seperti datang dari udara kota. Aku terbangun dan menajamkan pendengaran. Suara apa itu? Ia ternyata hadir tak jauh dari dekatku. Aku mencari sumber suara itu. Mana dia? Kutemui suara itu yang ternyata keluar dari vaginaku.

Kami tak pernah diakui. Kami terus saja diludahi. Kami dinamai kemaluan, yang artinya hina. Manusia tak pernah menghargai kami. Sama dengan pelacur-pelacur itu. Segala aktivitas kami dianggap kotor.

Samar-samar kudengar suara vaginaku yang aneh. Ia tak seperti suara manusia. Kata-katanya seperti kayu yang lapuk dan lembab, yang sebentar lagi akan dimakan rayap.

Bagaimana cara Tuhan memaknai kami? Kami pun buruk dalam kitab-kitab suci, lebih buruk dari setan dan jin.

Aku mengelus vaginaku. Kubuka celanaku dan membiarkannya bernapas. Aku bingung sendiri bagaimana ia bisa bicara. Itukah yang membuatmu pucat selama ini?

Keningku berkerut. Setelah itu tak ada lagi suara. Aku menatap vaginaku, seperti menatap mahluk hidup yang mati. Aku menyalakan lampu. Aku membereskan berkas-berkasku yang berantakan di lantai ruangan. Aku membuka kunci pintu dan keluar menuruni tangga, aku ingin berjalan mengelilingi kota di hari menjelang larut. Tampak orang-orang lalu-lalang dan beberapa seperti sengaja menabrak tubuhku. Aku jengkel dan berteriak memaki mereka. Tiba-tiba datang suara-suara seperti rayap yang merambat di balik kayu-kayu bangunan tua. Ampun, suara apa lagi ini? Samar-samar aku seperti melihat orang-orang telanjang dan berbicara dengan kelaminnya. Semua orang di kota ini telanjang! Kelamin mereka megap-megap. Penis-penis menegang seperti belalai gajah yang sedang marah dan melengkingkan suaranya. Vagina-vagina memekik dan menampakkan kelentit-kelentitnya yang tak lagi merekah. Liang-liang gelap vagina tampak menganga di depan mata.

Aku tak kuasa mengendalikan kebingunganku. Aku tahu para kelamin sedang meneriakkan batinnya. Aduh, manusia. Benar juga, bahkan tubuhmu sendiri tak kau hargai. Aku ingin sekali membantu mereka. Bahkan kelamin-kelamin yang sejenis dan bercinta setiap malam, dan kelamin-kelamin yang telah diganti dengan kelamin jenis lain, aku melihat jelas sekali kelamin para waria yang sedang berjoget di jalanan itu. Kelaminnya menangis tersedu-sedu mengucapkan sesuatu.

Aku lelah dan berhenti di sebuah taman kota. Aku duduk di bangku taman itu sembari melihat patung telanjang yang menjulang di atasku. Penisnya tampak dari bawah tempatku duduk. Aku melihat rupa patung itu yang penuh amarah, dan penis besarnya yang tak lain adalah batu.

Pacarku, aku teringat pacarku. Di manakah pacarku.

Di sini!

Kaukah itu?

Tak kuduga pacarku tiba mendatangiku dalam keadaan telanjang. Penisnya seperti jari-jari yang sedang menunjuk. Penisnya menunjuk-nunjuk ke arah kelaminku. Ternyata aku pun telanjang. Orang-orang di kota ini telanjang tak terkecuali. Kulihat vaginaku megap-megap dan liurnya menetes-netes. Pacarku lekas meraih tubuh telanjangku di taman itu, memeluk dan menggendongku di bawah patung besar telanjang menjulang.

Matanya menembus mata dan hatiku. Jarinya merogoh liang gelap vaginaku yang sudah menganga. Pacarku sangat mengenal teksturnya. Liur yang melimpah. Limpahannya membasahi jemarinya. Lalu ia mencabutnya dan menggantikan dengan penisnya yang menembus. Kini kami bersenggama di tengah kota. Kota di mana setiap orang telanjang dan tak peduli dengan ketelanjangan orang lain. Auu! Pacarku kembali menjadi serigala melolong. Ia menggigit seluruh tubuhku. Seperti anak anjing, aku menggapai sepasang puting di dadanya dengan lidahku. Kami menyatu dalam tubuh dan kelamin. Aku mengerti sekarang, kelamin pun punya hati. ***

tanpa kepastian

Tanpa kepastian

Katy mengeluarkan HP dari dalam tas tangannya. Hanya dengan menekan satu tombol otomatis terhubung pada nomer seseorang. Calling. Nada sambung mulai terdengar kemudian. Bibirnya berkomat-kamit tak kalah gencar dengan suara statis yang sudah beberapa kali tak kunjung terhenti.

Bangunlah, Vanya! Pesawat akan berangkat! Sebentar lagi aku pergi. Kamu di mana? Kenapa panggilanku tidak kamu jawab sama sekali? Bukankah semalam kamu janji akan bangun pagi-pagi dan hadir mengantarkan kepergianku?

Katy menggigit bibir. Kesal juga rasanya. Sudah nada panggil terakhir. Hening yang dia dengar sekarang. Ia menenteng jaket tebalnya di tangan kiri. Tangan kanan tidak pernah lepas dari ponsel. Sejak tadi hanya menghubungi nomer yang sama. Sedih karena kepergiannya tidak hanya keluar kota dan tidak sebentar. Dia adalah siswa pertukaran pelajar satu tahun di Moskow. Jauh dari Vanya selama itu betapa beratnya.

Vanya, kuharap kau terjaga, jika memang kamu masih terlelap di atas bantal empukmu. Bukalah kedua mata jernihmu yang selalu membuatku tenang di tengah resah tak pastiku.

Katy mengedarkan pandangan ke sekitar pintu keberangkatan. Di tengah keramaian seperti ini sulit sekali menangkap sosok Vanya jika memang dia telah berada ada di sana. Pacarnya tidak sejangkung bapak kepala sekolah sampai bisa terlihat dari kejauhan. Pakaian yang biasa dikenakannya pun tidak pernah berwarna cerah.

Sepuluh menit kemudian Katy terkejut sendiri ketika Motorola RAZR-nya bergetar panjang-panjang. Vanya! Tertera gambar laki-laki berdagu belah itu di LCD. Tidak perlu menunggu getaran berikutnya langsung dijawab.

“Hey,” sapa Katy lega bercampur dan kesal.

“Hai,” jawab suara tenang di seberang.

“Vanya, pagi ini aku berangkat. Sebentar lagi aku harus masuk ke ruang tunggu. Kamu di mana?” Tanya Katy seraya melihat jam tangan.

“Aku tadi ada urusan. Jalanan macet! Mungkin aku tidak akan sampai ke sana dalam waktu setengah jam. Maaf, sayang. Kamu tidak apa-apa kan?” Vanya memastikan seolah Katy akan ngambek.

Katy menundukkan kepala. Menatap sepatu converse biru pemberian Vanya dengan lesu. Sudah diduga jika hal ini akan terjadi. Tidak perlu terkejut. Begitulah Vanya. Hal yang dianggap penting oleh Katy justru sepele di mata sang pacar. Susah memberi pengertian padanya.

“Ya sudah. Aku harus masuk ke ruang tunggu sekarang. Kutelfon begitu pesawat mendarat di Changi. Oya, Aku bawa jaket kembar kita. Kamu masih ingat, kan? Tapi ini tidak akan cukup. Aku mau beli jaket yang lebih tebal lagi begitu tiba di Moskow.”

“Semoga perjalananmu menyenangkan, Sayang. HP-ku low bat. Pulsaku juga sebentar lagi habis. Jangan lupa segera cari warnet terdekat saat kamu tiba di sana. Bye, Say!”

Klik! Hubungan telfon diakhiri sebelum Katy mengatakan sesuatu. Susah sekali mengubah karakter Vanya agar bisa lebih hangat. Paling tidak untuk memahami dan menghibur Katy agar tidak terlalu sedih. Ternyata usia tidak menentukan kedewasaan seseorang. Boby, mantan pacarnya yang setahun lebih muda, sangat pengertian soal perasaan perempuan. Meskipun itu jadi indikasi utama seorang playboy. Memang tidak ada manusia sempurna.

Vanya berkenalan dengan Katy empat tahun lalu. Masih terhitung kerabat jauh, kata orangtua Katy. Vanya duduk di kelas dua SMU sementara Katy kelas satu SMP. Keduanya bertemu di salah satu acara keluarga. Momen dimana semua anggota keluarga besar berkumpul merayakan hari raya. Vanya tampak hanya menyendiri karena tidak menemukan teman sebaya. Kemudian dia melihat Katy baru saja turun dari mobil bersama kedua orangtuanya. Dia sedikit lega karena bisa menemukan teman bicara. Singkat cerita, keduanya pun berkenalan. Jalan. Pacaran.

Sebenarnya seperti bukan pacaran. Katy tidak pernah menghabiskan malam minggu bersama Vanya. Pacarnya siaran sejak pukul delapan malam sampai dua belas malam di sebuah stasiun radio swasta. Hari Minggu Vanya magang di sebuah TV kabel sebagai asisten produser sebuah program acara anak-anak. Alhasil Katy harus rela membiarkan dirinya hanya berdiam di rumah dan menghabiskan waktu menonton acara TV. Memang sejak pertama itu menjenuhkan. Sampai sekarang pun begitu. Tapi dia tidak bisa menuntut banyak. Vanya memang gila kerja.

Pesawat yang ditumpangi Katy tidak bisa berangkat dari Changi. Tertunda hampir dua jam. Cuaca di Singapura tidak begitu bagus. Ditambah lagi ternyata cuaca di Moskow kembali memburuk. Terminal kedatangan dan keberangkatan ditutup tanpa terkecuali. Katy menatap rombongan yang berangkat menemaninya. Ada tujuh orang. Perwakilan dari pihak sekolah Katy. Seorang jurnalis, dan wakil dari pihak sekolah di Moskow yang menyelenggarakan pertukaran pelajar tersebut. Mereka tidak terlihat kesal dengan penundaan itu. Malah berencana jalan-jalan ke pusat perbelanjaan.

Katy memilih tinggal di hotel. Dipinjamnya laptop sang jurnalis untuk mempergunakan jasa internet gratis. Semoga Vanya online. Harapnya. Dia mencari ID Vanya di daftar messenger. Di urutan paling bawah. Ah, dia offline. Katy mencoba menghubungi lewat ponsel tapi sulit terhubung dengan nomer yang dia tuju. Pasti sedang kerja, tebaknya dengan nada positif. Atau sedang berada di suatu tempat bersama seseorang? Katy mengutuk pikirannya sendiri. Kecemburuannya tidak berdasar. Vanya sangat tidak suka jika dia mulai bersikap kekanak-kanakan. Memang selama ini Vanya tidak pernah macam-macam, justru Katy yang pernah tergoda oleh yang lain. Meski akhirnya dia memutuskan kembali ke jalan yang benar.

Vanya memang lebih banyak diam. Tapi tetap saja Katy merindukannya. Sosok itu tipikal laki-laki tenang. Tapi dia bisa marah jika sesuatu terlalu mengusiknya. Terlihat di sinar matanya. Terbaca dalam ucapannya. Tapi tangannya tidak pernah jadi ringan. Vanya tetap sosok santun dan menyenangkan. Sampai kemarahannya reda dengan sendirinya.

Pada awalnya sulit membayangkan jauh dari Vanya selama setahun. Berada di kota yang segalanya serba berbeda dengan kondisi di Jakarta. Musim berganti sampai empat kali. Kadang-kadang esktrim saat musim dingin dengan salju yang menebal di jalanan dan keringat pun mengalir terus-menerus saat musim panas bergulir. Belum lagi beradaptasi dengan kebiasaan dan bahasa orang-orang sana. Tapi ternyata lambat laun Katy bisa melalui rintangan-rintangan itu. Teman-teman sekolahnya mulai bisa berinteraksi dengannya. Beberapa kebiasaan pun diikuti. Salah satunya minum Vodka dengan bebas.

Kebiasaan buruk itu otomatis berhenti begitu masa pertukaran pelajar telah selesai dijalani. Saatnya kembali ke tanah air dan menjadi dirinya sendiri. Meski ditawari gratis Katy bertekad tidak akan menyentuh minuman beralkohol jenis apa saja. Tinggi atau rendah kadar alkoholnya tetap saja bisa merusak hidupnya kelak.

Kedatangan Katy dinantikan oleh orang-orang terdekatnya. Mereka bergantian memeluk dan mengusap-usap kepalanya. Dia terharu dan tidak sanggup menahan air matanya. Setahun sudah banyak yang berubah. Ada mal-mal baru yang berdiri dengan gagah di pinggir jalan. Kemacetan sepertinya semakin parah. Itu memang bukan perubahan. Rambut putih di kepala ayahnya pun nampaknya semakin banyak saja. Katy melirik Vanya.

Pacarnya kini sudah lulus kuliah dan bekerja di sebuah perkantoran. Rambutnya dipotong pendek dan dilumuri gel. Kelimis seperti layaknya pegawai kantor. Sebuah kacamata tipis menyangkut di batang hidungnya yang tidak begitu tinggi. Pakaiannya pun kini kemeja dan celana kain. Katy tidak habis mengerti mengapa untuk menjemput ke bandara saja harus berpakaian serapi itu. Teman-teman sekolahnya malah tidak ada yang mengenakan sepatu. Pakai sandal jepit!

Katy jadi sungkan berbicara padanya. Dia mendengar cerita dari orang tuanya bahwa selama setahun ini Vanya jarang berada di Jakarta. Sering bepergian ke kota-kota lain untuk menemani atasannya mengurus perjanjian-perjanjian bisnis. Alhasil pria itu pun seakan lupa mengunjungi rumah Katy. Beramah-tamah seperti dahulu. Tidak datang jika tidak diminta. Malah kedua orang tua Katy mengira Vanya sudah tidak ada hubungan cinta lagi dengannya. Kabar ini semakin memperuncing keingintahuan Katy.

Dia mencoba mencari waktu yang tepat untuk membahas masalah itu. Tapi sulit bukan main. Satu sisi Katy disibukkan mengurus pelajaran yang harus diulang selama satu tahun ke depan. Di sisi lain Vanya memang sulit diminta waktunya untuk bertemu. Hari ini pergi ke luar kota, dua hari kemudian pulang, besoknya pergi lagi.

Katy sejenak berupaya melupakan ganjalan hatinya. Dia tidak menuntut banyak. Pelajaran sudah mulai menyibukkan hari-harinya. Juga sejumlah tes tambahan sampai malam hari.

Tanpa terasa tiga bulan berlalu. Tok! Tok! Ketukan khas Mbok Nim di pintu kamar Katy yang terkunci rapat. Dua kali ketukan tersebut barulah membangunkan Katy dari lelapnya. Masih pukul enam pagi. Katy memastikan bahwa jam dindingnya memang masih berdetak. Ya, memang benar jam segitu.

Ini hari Minggu. Tidak perlu bergegas bangun dan bersiap-siap ke sekolah. Semalam dia tidur agak larut. Terlalu asyik mengubah tampilan profil myspace sampai sesuai dengan keinginannya. Juga memasukkan foto-foto baru dari kamera digital. Sampai menulis beberapa blog. Di malam-malam yang lain dia tidak berani tidur larut malam. Gawat kalau sampai mengantuk di kelas. Bisa jadi bahan tertawaan adik-adik kelasnya.

“Non Katy, ditunggu Mas Vanya di bawah,” ucap Mbok Nim kemudian.

Hah! Vanya? Pagi-pagi begini mau apa dia? Tanya Katy dalam hati. Dia masuk ke kamar mandi lalu mencuci muka dan menggosok gigi. Menyisir rambut lalu mengucirnya. Mengganti baju tidur dengan celana selutut dan mengenakan jaket.

Vanya terlihat duduk di sofa dan memegang sesuatu terbungkus kertas kado mengkilat. Dia berdiri saat melihat Katy menuruni tangga. Aroma parfumnya sudah tercium dari jarak beberapa meter. Dia menyerahkan kado itu sebelum mencium pipi Katy.

“Aku tidak ulang tahun hari ini,” ucap Katy seraya menggeleng tanpa mau menerima pemberian itu. Dia menyelipkan kedua tangan ke dalam saku jaket.

“Tahun kelima kita. Tidak ingat? Maaf tidak bisa lama-lama. Aku naik penerbangan pertama ke Batam dua jam lagi. Kita masih pacaran, kan?” tanya Vanya dengan alis terangkat.

Katy baru saja mau menjawab tapi diurungkan. Vanya tidak menunggu jawaban apa-apa. Dia langsung mengambil tas yang diletakkan di samping sofa kemudian berjalan meninggalkan rumah Katy. Tidak lama kemudian terdengar mesin mobil dinyalakan lalu suara mesin itu perlahan terdengar menjauh.

Katy menghela nafas. Dia menimang-nimang kado dari Vanya. Nanti saja dia buka. Dia sama sekali tidak terlalu ingin tahu apa isinya. Hanya ingin kembali ke tempat tidur. Bersembunyi di balik selimut sampai matahari tinggi. Katy merentangkan tangan dan menguap lebar. Dia menaiki tangga dengan malas.

Yogya, November 2007